https://bulungan.times.co.id/
Berita

Merokok Tak Hanya Merusak Paru-paru, tapi Juga Mengganggu Kesehatan Mental

Sabtu, 05 April 2025 - 08:27
Merokok Tak Hanya Merusak Paru-paru, tapi Juga Mengganggu Kesehatan Mental Ilustrasi - Orang Lupa (foto: pexels)

TIMES BULUNGAN, JAKARTAMerokok dikenal sebagai penyebab utama berbagai penyakit serius seperti penyakit jantung dan gangguan paru-paru. Namun, kebiasaan ini juga berdampak buruk pada kesehatan mental, memicu kecemasan, gangguan suasana hati, hingga penurunan fungsi kognitif.

Menurut Dr. Sameer Malhotra, Direktur Senior dan Kepala Departemen Kesehatan Mental dan Ilmu Perilaku di Max Super Specialty Hospital, nikotin dalam rokok dapat mempersempit pembuluh darah, mengganggu aliran darah ke berbagai bagian tubuh termasuk otak.

"Nikotin dikaitkan dengan gangguan neurokimia di otak yang dapat memicu kecemasan, stres, dan gangguan suasana hati," ujar Dr. Malhotra dalam laporan The Hindustan Times, Jumat (21/3/2025).

Dampak Merokok terhadap Kesehatan Mental

Merokok dapat meningkatkan kecemasan dan stres karena nikotin menyebabkan ketidakseimbangan dopamin dan norepinefrin dalam otak. Ketidakseimbangan ini dapat memicu gangguan kecemasan serta membuat perokok lebih rentan terhadap stres. Selain itu, perokok cenderung mengalami gemetar dan merasa lebih mudah tertekan dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Selain meningkatkan kecemasan, merokok juga dapat memicu gangguan suasana hati. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar sitokin proinflamasi yang menyebabkan peradangan kronis di otak. Peradangan ini berkontribusi pada gangguan suasana hati, gangguan kognitif, serta meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti demensia.

Nikotin dalam rokok juga dapat mengganggu pola tidur. Sebagai stimulan, nikotin menghambat tidur nyenyak, yang dapat menyebabkan gangguan tidur dan parasomnia, yaitu gangguan perilaku saat tidur. Akibatnya, perokok sering mengalami kesulitan tidur dan kurangnya kualitas istirahat, yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental.

Selain itu, merokok dapat menurunkan fungsi memori. Kandungan karbon monoksida dalam rokok meningkatkan kadar zat beracun dalam darah, yang mengurangi oksigenasi otak dan menyebabkan disfungsi memori jangka panjang. Perokok berat lebih rentan mengalami penurunan daya ingat serta kesulitan dalam berkonsentrasi, yang dapat berdampak negatif pada produktivitas dan kualitas hidup mereka.

Merokok Tidak Meningkatkan Konsentrasi, Itu Hanya Mitos

Banyak orang percaya bahwa merokok dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi. Namun, Dr. Malhotra menegaskan bahwa ini hanyalah mitos.

Sebaliknya, nikotin yang dikonsumsi secara terus-menerus justru bisa mengganggu fokus dalam jangka panjang dan meningkatkan risiko gangguan mental seperti skizofrenia, yang sering dikaitkan dengan kebiasaan merokok berlebihan.

Berhenti merokok tidak hanya akan meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga membantu menjaga kesehatan mental. Mengurangi konsumsi nikotin dapat mengurangi kecemasan, memperbaiki suasana hati, serta meningkatkan kualitas tidur dan daya ingat. (*)

Pewarta : Imadudin Muhammad
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bulungan just now

Welcome to TIMES Bulungan

TIMES Bulungan is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.